Sahifa fully responsive WordPress News, Magazine, Newspaper, and blog ThemeForest one of the most versatile website themes in the world.

Geotextile

 

PRINSIP DASAR DARI GEOSYNTHETICS

Geosynthetics yang digunakan untuk per-kuatan timbunan bisa berwujud woven geotextile & non woven geotextile ataupun geogrid. Kegunaan geotextile pada perihal ini berperan sebagai tulangan, separator (pemisah) dan juga drainase. Jika timbunan berada di tanah lunak, deformasi yang terjadi berlebihan mengakibatkan timbunan melengkuk kebawah. Melengkuknya badan timbunan akan merusak bangunan yang berada diatasnya.

Pada dasarnya, timbunan bekerja sama layaknya balok yang di bebani, yakni jika timbunan melengkuk ter-lalu tajam, maka akan mucul retakan dibawahnya. Analisa mekanika tanah bisa dimanfaatkan untuk mengetahui keadaan tanah serta geometri timbunan-nya. Dari analisa tersebut, akan di hasilkan kekuatan tulangan geotextile yg diperlukan supaya timbunan tak berdeformasi dengan ber-lebihan.

Jika geotextile ditempatkan dibawah timbunan jalan ataupun tanggul pun bisa menurunkan tegangan pada lapisa tanah bagian bawah, yakni saat lapisan tersebut mengalami tarikan yang disebabkan bobot yang beraktivitas. Dengan terdapatnya geotextile, integritas struktur timbunan menjadi lebih terjaga, yang dengan demikian bisa menurunkan intensitas tekanan ketanah dibwahnya.

Apabila tanah lunak yang terletak pada bawah timbunan ter-penetrasi kedalam material timbunan yang ada diatasnya, maka akan berpengaruh pada sifat mekanik tanah timbunan. Kandungan air tanah yang lunak secara terus menerus menurun dikarenakan adanya geotextile yang berperan sebagai drainase.

INSTALASI GEOTEXTILE

Timbunan yg di-perkuat dgn tulangan geotextile mampu mem-berikan penghematan yang tajam daripada menggunakan metode konvensional, misalnya metode stabilisasi dgn membangun berm ataupun metode per-pindahan. Pada tanah pondasi dibawah timbunan yg ter-lalu lunak, agar bisa menyokong bobot timbunan yang berada diatasnya, maka dibutuhkan geotextile utk per-kuatannya. Kecuali diinstal pada dasar timbunan geotextile pun bisa dipasang untuk perkuatan pada lereng timbunan. Karena itu, desain rancangan umumnya dibuat berdasarkan pada analisa stabilitas lereng.

variasi penempatan geotextile

Dalam penggunaan stabilisasi timbunan, geosynthetics bisa ditempatkan dalam bermacam-macam metode, contohnya seperti yang diperlihatkan pada illustrasi diatas (Gourc, 1993), deskripsinya sebagai berikut :

  • Illustrasi a : Geotextile ditempatkan diantara tanah yang lunak serta timbunan yang berguna sebagai separator (pemisah), menghindari terjadinya kontaminasi tanah timbunan oleh butiran-butiran halus tanah lunak yang ada dibawahnya. Disamping itu, geotextile pun berguna sebagai tulangan.
  • Illustrasi b : Geotextile dibagian ujungnya dilekuk kebelakang untuk menghindari terjadinya kelongsoran pada lereng.
  • Iilustrasi c : Geotextile dibentuk menjadi bantalan yang diisikan tanah untuk menyebarkan berat & atau berguna sebagai lapis drainase.
  • Illustrasi d : Lapisan drainase disambungkan dgn jaringan drainase vertical.
  • Illustrasi e : Geotextile diinstal supaya lereng timbunan bisa di buat menjadi lebih tegak
  • Illustrasi f : Geotextile dipadukan dengan sistim kolom tiang – tiang yg menyokong se-bagian dari berat timbunan.
  • Illustrasi g : Geotextile pada ujung – ujungnya di kunci supaya tak terjadi peng-gelinciran (wager system).
  • Illustrasi h : Geotextile ditempatkan pada bawah berm agar memperkuat stabilitas timbunan.

Rakit tulangan geotextile yang ditempatkan di kolom tiang – tiang (illustrasi f) bermaksud agar me-ringankan berat tanah pondasi dari berat timbunan. Rakit yang disokong oleh tiang – tiang berfungsi dalam me-neruskan berat ketanah yg lebih dalam & sekalian menurunkan tekanan tanah di ke dalaman yang rendah. So, penurunan tegangan ialah dampak berat dipermukaan yang dikirim oleh tiang ketanah pondasi di ke dalaman yg lebih dalam lewat rakit geotextile serta tiang – tiang.

Geotextile yang digunakan sebagai tulangan Cuma bisa mengirim berat pada tiang jika sudah terjadi pe-nurunan tanah. Maka dari itu, tegangan tarik yg terjadi pada rakit geotextile mesti berukuran lebih kecil dibandingkan daya kuat tarik ijinnya. Apabila tak dipakai geotextile, pile cap atau penutup tiang yg lebih besar mesti dipakai di kolom –kolom tiangnya ataupun kolom – kolom tiang mesti di buat dalam jarak yang dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *